Minggu, 03 Februari 2013

Doktrin MTA; Kritik Atas Dakwah Majelis Tafsir Al-Qur’an
Penulis: Nur Hidayat Muhammad
Penerbit: Muara Progresif, Surabaya
Cetakan: I, Januari 2013
Tebal : xiv + 206 hlm.
Peresensi: Ihya `Ulumuddin*

Dalam banyak hal, warga Nahdliyyin kerap menjadi target dan sasaran beruntun kelompok atau aliran-aliran yang kontra secara aqidah dan amaliah dengan ormas Islam terbesar di Indonesia ini. Di antara kelompok yang secara gamblang menaruh “ketidaksukaan” kepada warga nahdliyyin ialah MTA atau biasa disebut Majelis Tafsir al-Qur’an, yakni lembaga dakwah yang menyublimasi dirinya menjadi sebuah yayasan dengan pendidirinya Abdullah Thufail Saputra pada 19 September 1972.

Untuk kesekian kalinya, kemunculan MTA merupakan warning bagi warga Nahdliyyin secara khusus, dan umat Islam pada umumnya setelah Syiah, Wahabi, Hizbut Tahrir, Jama’ah Tablig, Jama’ah Islamiyah dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar